Intelektual Publik, Media, dan Demokratisasi

2004_Intelektual Publik, Media, dan Demokratisasi-c

“kaum intelektual harus menjaga jarak—sekurang-kurangnya dalam penampilan publik—dari kelompok-kelompok sosial yang paling berkuasa dan berharta dalam masyarakat mereka. Nama baik dan kewibawaan mereka tergantung pada sejauh mana mereka menjaga jarak dari kegiatan-kegiatan yang tampak terutama mendatangkan imbalan baik material maupun nonmaterial. Citra publik inilah yang membedakan mereka dari birokrat negara atau kelas bisnis yang sedang bertumbuh, walau kekayaan atau pendapatan mereka mungkin tidak terlalu berbeda.

Tetapi, jarak dari kelompok yang secara politis atau ekonomi paling berkuasa tidak pernah total atau ekstrem. Kaum intelektual sering menikmati kehidupan dan perlindungan yang menyenangkan, entah secara langsung dari kelompok yang paling berkuasa atau berharta di dalam masyarakat, atau secara tidak langsung dari ketimpangan tata sosial yang ikut menguntungkan mereka.”

Heryanto, Ariel (2004) “Intelektual Publik, Media, dan Demokratisasi” dalam A. Heryanto dan S.K.Mandal (eds), Menggugat Otoriterisme di Asia Tenggara, terjemahan Budiawan, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, hal. 49-118.

kata kunci: demokratisasi, industrialisasi, intelektual publik, kelas menengah, KKN, media, pasca-kolonial, Tempo, UKSW

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s