Politik Ekonomi Film Kita

1990_11_06_SP Politik Ekonomi Film Kita-c

“Pedagang film, seperti pedagang apa pun, pada prinsipnya bekerja untuk mengejar laba. Pengertian “pada prinsipnya” tidak sama dengan “hanya”. Dia bukan lagi pedagang, jika pada prinsipnya bukan laba yang menjadi tujuan dan sasaran kerjanya.

Pedagang film pada prinsipnya tidak akan berusaha keras menekan kualitas film yang diproduksi agar bernilai serendah mungkin. Dia juga tidak akan berusaha supaya film yang diproduksi bernilai setinggi-tingginya. Pada prinsipnya dia tidak terlalu memperdulikan apakah nilai seni film itu tinggi, sedang, atau rendah. Yang penting baginya pertama-tama dan utama ialah laba maksimal yang dapat dikeruk dari hasil produksi film itu.”

Heryanto, Ariel (1990) “Politik Ekonomi Film Kita”, Suara Pembaruan, 6 November 1990, hal. II.

kata kunci: ekonomi, film, kelas sosial, politik, produser, selera, sensor, Suara Pembaruan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s