Postmodernisme: Yang Mana?

1994_1_KALAM Posmoderenisme Yang Mana-c

“Postmodernisme tidak sama dengan non-modern atau anti-modernisme. Beda di antara modernisme dan postmodernisme tidak bersifat mutlak hitam-putih. Postmodernisme membangkitkan kembali apa yang dulu pernah ada pada modernisme tetapi terbengkalai atau tertindas. Ini bukan berarti postmodernisme hanyalah sebuah- ragam baru dari modernisme. Sebuah isme layak disebut pemberontak revolusioner, karena mampu menampilkan ke puncak permukaan apa-apa yang semula laten dan tertindas. Bukan karena isme ini menjungkir-balikkan semua yang pernah ada dan memusnahkannya lalu menciptakan suatu tata-dunia yang secara murni serba-baru.”

“Orang yang terbenam dalam sebuah discourse – seperti banyak rekan kita yang modernis – tidak dapat menyadari adanya discourse yang lain. Discourse yang dimilikinya sendiri tak tampak sebagai sebuah discourse. Seperti kata pepatah tentang ikan yang tak dapat melihat air dan merasakan basah kuyup walau ia hidup di dalam air. Postmodernisme umumnya, dan poststrukturalisme khususnya merupakan sebuah discourse tentang berbagai ragam discourse. Kesadaran inilah yang tak ada dalam modernisme dan berbeda dari relativisme milik modernisme.”

Heryanto, Ariel (1994) “Postmodernisme: Yang Mana?”, Kalam, 1 (1): 80-93.

kata kunci: bahasa, discourse, humanisme, Kalam, modernisme, penerjemahan, postmodernisme, wacana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s