Tanda Ketakberdayaan Rasialisme

WWR 1994_06_15_DETIK Tanda Ketakberdayaan Rasialisme-c

“Status quo seperti ini hanya bisa terjadi apabila kaum pri dan kaum non pri itu selalu dipisah. Kalau mereka bersatu, tentu kaum Cina tidak lagi butuh perlindungan penguasa. Ini tidak menguntungkan bagi penguasa karena tidak bisa dimanfaatkan potensi ekonominya. Makanya mereka dipisah terus. Dan, kadang-kadang kerusuhan sengaja dibuat.”

“Kalau usaha besar orang-orang Cina diserang, . . . mereka sama sekali tidak dirugikan. Karena hampir semua mereka mengasuransikan harta bendanya. Yang kena biasanya yang kecil-kecil, yang senasib dengan kaum pri yang menyerangnya. Sebaliknya kaum pri, setelah mengadakan rame-rame, mereka ditangkapi. Jadi, sama-sama orang kecilnya yang kena.”

“Tanda Ketakberdayaan Rasialisme”, wawancara Agung Bawantara, DeTIK , 18(66/15-21 Juni) 1994: 15.

kata kunci: kelas sosial, konglomerat, oposisi, rasisme, selebaran gelap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s